Monday, September 22, 2025

Modelling 3D Di Aplikasi Blender Gelas kaca

 

Paragraf 1: Konsep dan Pemodelan Dasar (Modeling)

Pemodelan gelas kaca dimulai dengan teknik curve modeling menggunakan Bezier Curve untuk membuat profil (silang melintang) setengah dari gelas, yang memungkinkan pembentukan bentuk yang simetris dan presisi. Profil ini kemudian diputar 360 derajat menggunakan Modifier Screw atau Spin Tool untuk menghasilkan objek 3D yang memiliki kelengkungan sempurna dan permukaan yang halus. Ketebalan dinding gelas dibuat dengan menambahkan Solidify Modifier agar memberikan kesan volume yang realistis, sementara bagian dasar dan tepi gelas diperhalus menggunakan Subdivision Surface Modifier untuk menghindari tampilan yang terlalu tajam atau kaku.

Paragraf 2: Pencahayaan dan Setting Adegan (Lighting & Scene)

Adegan dirancang sederhana dengan fokus pada objek gelas agar tampil sebagai subjek utama. Pencahayaan menggunakan three-point lighting yang terdiri dari key light sebagai sumber utama, fill light untuk mengurangi bayangan pekat, dan back light untuk menonjolkan siluet serta ketebalan material kaca. HDRI environment juga dimanfaatkan untuk memberikan refleksi natural pada permukaan kaca, sementara light path dan caustics diaktifkan dalam Cycles render engine untuk menangkap efek pembiasan cahaya yang melalui material transparan seperti kaca.

Paragraf 3: Material dan Shader (Shading & Texturing)

Material kaca dibuat menggunakan Principled BSDF Shader dengan mengatur transmission ke nilai 1 untuk mencapai sifat transparansi penuh, roughness hingga hampir 0 agar permukaan tampak licin, serta IOR (Index of Refraction) disesuaikan dengan sifat kaca pada dunia nyata (sekitar 1,45). Sedikit volume absorption ditambahkan untuk memberi kesan kedalaman pada material, sementara noise texture yang subtle digunakan untuk mensimulasikan ketidaksempurnaan alami pada permukaan kaca seperti debu atau goresan halus, sehingga meningkatkan tingkat realisme.

Paragraf 4: Render dan Post-Processing (Rendering & Compositing)

Proses render dilakukan dengan Cycles pada sample tinggi (minimal 512 samples) untuk memastikan hasil yang bersih dari noise, terutama pada area bayangan dan efek pembiasan cahaya. Setelah render selesai, compositing dilakukan di dalam Blender dengan menambahkan glare effect pada highlight, meningkatkan contrast, serta melakukan color grading agar warna dan cahaya terlihat lebih hidup dan menarik. Output akhir berupa gambar resolusi tinggi yang siap digunakan untuk keperluan visualisasi produk, portofolio, atau presentasi desain.

Post a Comment