Sunday, April 12, 2026

Project Animet 3D Membuat ekspresi Senyuman

 Identitas Keterangan 

Nama Melani

 Kelas XI (Sebelas)

 Jurusan Animasi 

Sekolah SMK Negeri 2 Pariaman

 Mata Pelajaran Animet 

Guru Pengampu Bapak Andre Defrizal

Judul Project Pembuatan Ekspresi Kecewa 3D pada Karakter



Paragraf 1 (Pendahuluan dan Latar Belakang) Saya, Melani, siswa kelas 11 jurusan Animasi di SMK Negeri 2 Pariaman, telah melaksanakan project pembuatan ekspresi senyum 3D pada mata pelajaran Animasi Modeling yang diampu oleh Bapak Hasyanal Faukhanuri. Project ini bertujuan untuk melatih kemampuan saya dalam memodelkan salah satu ekspresi paling universal dan positif, yaitu senyum, yang dalam dunia animasi menjadi kunci untuk menampilkan karakter yang ramah, bahagia, atau bersahabat. Meskipun senyum terlihat sederhana, ternyata menciptakan senyum yang natural dan tulus dalam bentuk 3D tidaklah mudah karena harus memperhatikan keseimbangan antara sudut bibir, perubahan pipi, serta keterlibatan area mata. Senyum yang tulus (Duchenne smile) melibatkan tidak hanya mulut tetapi juga otot di sekitar mata yang membentuk kerutan kecil di sudut luar mata. Bapak Hasyanal menekankan bahwa senyum yang baik adalah senyum yang membuat penonton ikut merasakan kebahagiaan karakter, bukan sekadar perubahan bentuk geometris pada wajah.


 

Paragraf 2 (Karakteristik dan Proses Modeling Ekspresi Senyum) Sebelum memulai proses modeling, saya mempelajari karakteristik fisik dari ekspresi senyum yang tulus. Ciri-ciri utama senyum tulus meliputi: sudut bibir yang terangkat ke atas dan ke samping, bibir yang meregang sehingga memperlihatkan gigi bagian atas (tergantung intensitas senyum), pipi yang terangkat ke atas sehingga mata sedikit menyipit, serta munculnya kerutan halus di sudut luar mata (crow's feet). Selain itu, alis biasanya sedikit terangkat atau dalam posisi rileks, tidak tegang. Dengan model kepala karakter yang sudah memiliki topologi wajah rapi, saya mulai memanipulasi vertex di area sudut bibir dengan menariknya ke atas dan ke samping secara bertahap. Saya juga mengangkat area pipi dengan mendorong vertex di bawah mata ke atas agar tercipta efek mata yang tersenyum. Bapak Hasyanal membimbing saya untuk tidak membuat senyum terlalu lebar sehingga terlihat palsu atau mengerikan (uncanny valley), tetapi juga tidak terlalu sempit sehingga tidak terbaca sebagai senyum. 

Paragraf 3 (Detail Mata, Pipi, dan Penyempurnaan) Setelah bentuk mulut terbentuk, saya melanjutkan ke detail mata dan pipi yang merupakan kunci senyum tulus. Saya menambahkan sedikit kerutan halus di sudut luar mata dengan cara menarik vertex-vertex kecil ke arah tertentu. Saya juga membuat kelopak mata bawah sedikit terangkat karena terdorong oleh pipi yang naik, sehingga mata tampak menyipit alami. Untuk intensitas senyum sedang, saya memperlihatkan gigi bagian atas dengan cara membuka sedikit celah di antara bibir atas dan bawah, lalu menambahkan bentuk gigi sederhana di dalam mulut. Saya juga menyesuaikan posisi alis agar tidak terlalu tinggi (yang justru terlihat seperti ekspresi terkejut) dan tidak terlalu rendah (yang terlihat marah). Bapak Hasyanal memberikan koreksi bahwa ekspresi senyum juga harus mempertimbangkan arah pandangan mata—mata yang berbinar dengan sedikit pantulan cahaya (catchlight) akan memperkuat kesan kebahagiaan yang tulus dan hangat. 

Paragraf 4 (Kesimpulan dan Ucapan Terima Kasih) Dengan terselesaikannya project ekspresi senyum 3D ini, saya mendapatkan pemahaman yang mendalam bahwa senyum ternyata bukan sekadar tentang mulut yang melengkung ke atas, tetapi merupakan koordinasi kompleks antara bibir, pipi, mata, dan bahkan alis. Project ini mengajarkan saya bahwa senyum yang paling tulus dan menular adalah senyum yang melibatkan seluruh wajah, terutama area mata. Saya juga belajar bahwa dalam animasi, senyum dapat memiliki berbagai variasi—mulai dari senyum kecil yang sopan, senyum lebar yang bahagia, hingga senyum malu-malu—dan masing-masing membutuhkan pendekatan modeling yang berbeda. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Hasyanal Faukhanuri yang telah sabar membimbing saya, memberikan referensi senyum dari berbagai karakter animasi terkenal, serta mengajarkan bahwa senyum yang baik adalah senyum yang mampu menyentuh hati penonton. Semoga laporan ini bermanfaat dan menjadi bukti bahwa siswa SMK Negeri 2 Pariaman mampu menciptakan karakter 3D dengan ekspresi kebahagiaan yang tulus, hangat, dan penuh kehidupan.

Post a Comment